Monday, July 21, 2014

Isu Strategis dalam Seminar Deviation-OOS-CAPA-Change Management

Yang terhormat 
Member ISPE Indonesia,

Seperti yang telah kami sampaikan sebelumnya, pada pertengahan bulan Juli ini, ISPE Indonesia Afiliate menggelar seminar bertajuk 'Deviation-OOS-CAPA-Change Management'. Seminar yang berlangsung di Gedung Titan, Bintaro Jakarta tersebut diikuti oleh sekitar 150 peserta dari perusahaan farmasi di indonesia.

Seminar tersebut dilaksanakan dengan memaparkan empat isu strategis pengembangan sistem dan penguasaan teknologi guna mengatasi permasalahan industri farmasi terkini. 

Pada sesi pertama dibahas mengenai Pedoman CPOB yang mensyaratkan penanganan Deviasi, Change Management dan CAPA yang benar, yang disampaikan oleh Ibu Herny Prasetya, Presiden Direktur ISPE Indonesia Affiliate.

Sesi berikutnya membahas mengenai bagaimana melakukan Investigasi yang diperlukan untuk mencegah terulangnya Deviasi. Materi tersebut disampaikan secara lugas oleh Ratna Sosialin, QA/QC Manager, Bayer Consumer Care Indonesia.

Setelah beberapa saat istirahat, seminar berlanjut dengan pembahasan materi berjudul "Penanganan CAPA yang efektif" oleh M Sumarno praktisi di bidang pharma machinery dari Taisho Indonesia. Meskipun presentasi ini disampaikan secara santai, namun pembicara secara detail menyajikan contoh-contoh kasus yang sering terjadi di lingkungan pabrik.

Permasalahan-permasalahan yang disampaikan tersebut perlu ditangani dengan sistem yang baik dan dijalankan dengan disiplin tinggi, serius dan berkelanjutan, sehingga tidak menimbulkan resiko kerugian bagi perusahaan di masa mendatang.

Pada sesi terakhir dalam seminar tersebut, peserta dibekali oleh Sri Sayekti dengan materi seminar berjudul "Change Management merupakan filosofi yang lebih luas bukan hanya sekedar Change Control". Materi ini menutup semua sesi dalam seminar bertajuk 'Deviation-OOS-CAPA-Change Management' tersebut.

Sedemikian pentingnya materi-materi yang disampaikan dalam seminar tersebut, mendorong antusiasme peserta seminar mengemukakan beberapa kasus yang terjadi di perusahaannya untuk mendapatkan saran dan solusi dari para pembicara. 

Karena terbatasnya waktu yang tersedia, tampaknya beberapa topik dalam seminar memerlukan pembahasan lebih lanjut dan lebih mendalam pada kesempatan yang akan datang. (erw)